Selular.id – Motorola melalui unit risetnya, 312 Labs, memperkenalkan Project Maxwell, perangkat wearable seperti kunci mobil, dengan kamera kecil pada bagian atas.
Pengembangan Project Maxwell berangkat dari kebutuhan untuk membuat AI lebih menyatu dalam aktivitas sehari-hari.
“AI akan meningkatkan kreativitas, mempertajam intuisi, dan menginspirasi imajinasi kita, karena kini AI memanfaatkan bahasa, kebiasaan, pengalaman, dan ingatan kita yang unik,” ujar CEO Motorola Yuanqing Yang, dalam gelaran CES 2026, Jumat (9/1/2026).
Motorola katanya menilai penggunaan ponsel untuk berinteraksi dengan AI kerap terasa mengganggu, terutama dalam situasi sosial atau profesional.
Oleh karena itu, Project Maxwell dirancang sebagai perangkat AI-native yang selalu terhubung, mampu memahami konteks, serta terintegrasi penuh dengan ekosistem Motorola Qira.
Adapun Motorola Qira merupakan ekosistem AI terpadu yang menyatukan moto ai, Lenovo AI Now, Creator Zone, dan Learning Zone dalam satu sistem.
Dengan satu nama, satu antarmuka, dan satu kata kunci aktivasi, sistem ini dirancang sebagai kecerdasan tunggal lintas perangkat.
Baca juga:
- Motorola Signature Usung Snapdragon 8 Gen5 dan Trio Kamera 50MP
- Ponsel Lipat Gaya Buku Motorola Segera Hadir, Razr Fold
Motorola Qira didukung kemitraan dengan pemain global seperti Microsoft, Qualcomm, Intel, Google, dan Perplexity.
Dengan demikian, memungkinkan sinkronisasi lintas perangkat, sehingga pengguna dapat melanjutkan aktivitas dari satu perangkat ke perangkat lain tanpa harus mengulang perintah atau konteks.
Analisis Real-Time
Sementara itu, Project Maxwell: AI Perceptive Companion Proof of Concept bekerja dengan mengumpulkan berbagai data secara berkelanjutan, mulai dari apa yang dilihat, didengar, hingga diucapkan pengguna.
Informasi tersebut kemudian dianalisis secara real-time untuk memberikan rekomendasi yang relevan sesuai kebutuhan.
Sebagai contoh, Project Maxwell dapat diminta mendengarkan paparan dalam sebuah konferensi dan secara otomatis menyusun ringkasan atau konten, seperti unggahan LinkedIn, tanpa mengharuskan pengguna mengeluarkan ponsel atau mengalihkan perhatian.
Dalam pengembangannya, tim 312 Labs memusatkan perhatian pada dua fungsi utama.
Pertama, Multimodal Perception Fusion, yang menggabungkan data visual dan audio dari lingkungan sekitar melalui kamera, mikrofon, dan sensor untuk menghasilkan wawasan yang kontekstual dan personal.
Kedua, Natural Language Interaction and Intention Capture, yang memanfaatkan Large Action Model sehingga asisten tidak hanya merespons perintah, tetapi juga mampu mengeksekusi tindakan yang diinisiasi pengguna.
Dengan kata lain, perangkat AI bebas genggaman ini dirancang untuk memberikan saran kontekstual yang membantu mengotomatisasi dan menyederhanakan tugas sehari-hari.
Meskipun saat ini baru berupa pembuktian sebuah konsep, Project Maxwell: AI Perceptive Companion akan menjadi masukan bagi eksplorasi Motorola AI di masa depan.












































