Kapolda Beri Tenggat 6 Bulan kepada Kapolres Baru Selesaikan Kasus Dogiyai

9 hours ago 5

Dogiyai, 9 April 2026 – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini menegaskan komitmennya untuk memulihkan situasi keamanan dan memastikan penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu. Penegasan itu disampaikan Kapolda dalam pertemuan bersama unsur pimpinan daerah, legislatif, serta tokoh masyarakat, Kamis (9/4/2026).

Dalam forum yang diselaraskan bersama Pemerintah Provinsi tersebut, Kapolda secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila terdapat tindakan anggota kepolisian yang dinilai kurang berkenan.

Ia menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di wilayah tersebut semata-mata untuk memulihkan kondusivitas daerah serta menjaga stabilitas keamanan masyarakat.

“Tidak ada toleransi bagi siapa saja yang melanggar ketentuan. Baik pelaku tindak pidana maupun oknum kepolisian akan diproses sesuai hukum hingga ke meja hijau,” tegasnya.

Penegakan Hukum dan Transparansi Jadi Prioritas

Dalam kesempatan itu, Kapolda menegaskan bahwa setiap pelanggaran hukum akan ditangani secara profesional dan transparan.

Ia juga memastikan bahwa tidak pernah ada instruksi dari institusinya untuk melakukan tindakan penembakan terhadap masyarakat sipil. Sebaliknya, kepolisian membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan.

Sebagai langkah percepatan penanganan kasus, Kapolda menunjuk Kapolres Dogiyai AKBP Denis A. Putra yang memiliki keahlian di bidang penyelidikan kriminal untuk memimpin proses penyelesaian persoalan di wilayah tersebut.

Kapolres yang ditunjuk diberikan tenggat waktu selama enam bulan untuk menuntaskan tugas, dengan dukungan penuh dari Mabes Polri.

Pemda Desak Transparansi dan Keadilan

Bupati Dogiyai Yudas Tebai dalam tanggapannya meminta agar setiap kasus yang melibatkan aparat kepolisian diungkap secara transparan dan objektif.

Ia menegaskan bahwa tindakan segelintir oknum tidak boleh merusak citra institusi maupun merugikan masyarakat luas.

“Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Kami berharap seluruh pihak bekerja sesuai porsi dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan solusi damai dan menjauhi tindakan anarkis.

Ia juga memastikan bahwa blokade jalan yang sempat terjadi sebelumnya telah diselesaikan melalui pendekatan kekeluargaan bersama kelompok pemuda setempat.

Selain itu, pemerintah daerah menjamin keamanan pada momentum hari besar keagamaan umat Kristen mendatang serta membentuk Tim Pencari Fakta untuk mendukung proses penyelesaian kasus.

Dorong Pembangunan Pendidikan dan SDM

Tidak hanya membahas aspek keamanan, Kapolda Papua Tengah juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan.

Ia menargetkan agar setiap distrik memiliki sekolah dasar yang layak serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik melalui pemberian insentif dan tunjangan.

Kapolda bahkan membuka peluang bagi anak-anak berpotensi dari daerah untuk mendapatkan pendidikan khusus, termasuk pelatihan di bidang profesi strategis seperti pilot.

Ia mencontohkan keberhasilan Jepang pasca perang yang mampu bangkit melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Kolaborasi Jadi Kunci Stabilitas Daerah

Pertemuan strategis tersebut turut dihadiri perwakilan Dewan Otonomi Khusus, anggota legislatif, serta tokoh masyarakat.

Meski tidak semua tokoh masyarakat dapat hadir secara langsung, aspirasi mereka tetap disampaikan melalui perwakilan resmi.

Kapolda menegaskan bahwa pihaknya siap terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah secara berkelanjutan.

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |