Iran Klaim Bisa Acak-acak Sinyal Starlink Gunakan Alat dari Rusia

2 hours ago 4

Selular.id – Iran berhasil mematikan jaringan konstelasi internet Starlink milik Elon Musk dengan memanfaatkan jammer militer dari Rusia.

Langkah ini mengubah strategi “Plan-B” konektivitas yang selama ini digunakan demonstran dan aktivis anti-rezim saat akses internet konvensional diblokir.

Menurut Iran Wire, Selasa (13/1/2026) meskipun terdapat puluhan ribu unit Starlink beroperasi, Iran tetap berhasil memadamkan koneksi satelit Elon Musk di wiilayahnya.

Awalnya, sekitar 30 persen lalu lintas uplink dan downlink Starlink terganggu, lalu melonjak menjadi lebih dari 80 persen dalam hitungan jam.

NetBlocks, lembaga pemantau kecepatan internet berbasis di London, mengonfirmasi gangguan tersebut. Kualitas internet Starlink menurun drastis.

Mereka menyatakan kepada The Times bahwa jamming membuat jaringan Starlink terganggu, meski demikian akses terhadap layanan satelit tersebut masih tersisa di beberapa spot secara sporadis.

Meski belum jelas mekanisme pemadaman Starlink oleh Iran, para ahli menduga jamming terminal Starlink mampu mengalahkan kemampuan penerima sinyal satelit.

Baca juga:

Ongkos Mahal

Sementara itu beberapa unggahan di media sosial juga menuding teknologi militer Rusia yang diimpor Iran baru-baru ini, termasuk truk pengganggu sinyal radio Murmanks-BN menjadi alat yang digunakan untuk memadamkan sinyal Starlink.

Murmansk-BN adalah sistem peperangan elektronik (Electronic Warfare/EW) canggih buatan Rusia, dirancang untuk jamming dan mengganggu komunikasi musuh pada rentang frekuensi HF (3-30 MHz).

Sistem ini berbasis truk militer seperti Kamaz 8×8, dengan antena hingga 32 meter, dan digunakan untuk melumpuhkan sinyal satelit, radio, GPS, serta alutsista musuh seperti pesawat dan kapal perang.

Truk ini dapat mengganggu sinyal secara efektif dalam jangkauan 5.000-8.000 km, menutup area 640.000 km², mampu mengganggu komunikasi NATO/AS dari jarak jauh.

Sistem ini dianggap sebagai jammer terkuat Rusia saat ini dan telah diekspor ke sekutu seperti Iran.

Laporan Forbes menyebut pendekatan “kill switch” yang dilakukan Iran menelan biaya US$1,56 juta atau Rp24 miliar per jam.

Sekadar informasi, upaya dalammembunuhsinyal Starlink menjadi perhatian beberapa negara di dunia.

Peneliti di China mempelajari cara untuk melumpuhkan jaringan internet satelit konstelasi, seperti Starlink, guna mengantisipasi potensi konflik di masa depan.

Terdapat beberapa metode yang ditemui meski ongkosnya cukup mahal.

Diketahui jumlah satelit Starlink milik Elon Musk terus bertambah dan dikabarkan telah menembus lebih dari 10.000 pada Oktober 2025, menjadikannya konstelasi satelit terbesar di dunia yang mengorbit Bumi untuk menyediakan internet berkecepatan tinggi.

China mulai khawatir. Berdasarkan studi terbaru, China memperkirakan butuh ribuan drone untuk melakukan jamming atau pengacauan sinyal di wilayah seluas Taiwan.

Sebuah makalah akademis yang diterbitkan dalam jurnal Systems Engineering and Electronics mengungkapkan temuan.

Peneliti dari dua universitas besar di China menemukan bahwa komunikasi yang disediakan oleh konstelasi satelit dapat diganggu, namun dengan biaya yang sangat besar.

Studi tersebut mensimulasikan bahwa untuk memutus sinyal dari jaringan Starlink ke wilayah seluas Taiwan, militer membutuhkan pengerahan 1.000 hingga 2.000 drone yang dilengkapi perangkat jammer secara bersamaan.

Diketahui sebelumnya, konstelasi satelit menjadi peran vital dalam perang Rusia dan Ukraina.

Satelit terbukti menjadi urat nadi bagi pasukan Ukraina untuk menjaga konektivitas internet dan komunikasi militer tetap hidup meski di tengah gempuran serangan.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |