Intel Arc G-Series Bidik Standar Baru Gaming Handheld

10 hours ago 9

Selular.ID – Intel memperkenalkan jajaran prosesor Intel Arc G-Series yang dirancang khusus untuk perangkat gaming handheld generasi berikutnya.

Diperkenalkan menjelang Computex 2026, lini prosesor baru ini menggabungkan arsitektur Intel Core Ultra Series 3 dengan teknologi grafis Intel Arc terbaru untuk menghadirkan performa gaming portabel yang lebih tinggi sekaligus efisiensi daya yang lebih baik.

Intel menyatakan prosesor Intel Arc G3 dan Intel Arc G3 Extreme dikembangkan untuk sistem handheld berbasis Windows 11.

Produk ini dirancang secara khusus dengan konfigurasi core, manajemen daya, dan optimasi perangkat lunak yang disesuaikan dengan kebutuhan perangkat gaming genggam, yang saat ini menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di industri PC.

Dan Rogers, Vice President and General Manager PC Product, Client Computing Group Intel, mengatakan Intel Arc G-Series merupakan hasil pengembangan bertahun-tahun yang difokuskan untuk menghadirkan pengalaman gaming PC penuh ke dalam perangkat genggam.

Menurutnya, integrasi teknologi grafis terbaru dan peningkatan efisiensi daya memungkinkan gamer memperoleh performa tinggi tanpa harus mengorbankan mobilitas maupun daya tahan baterai.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Perkenalan Intel Arc G-Series hadir di tengah meningkatnya popularitas perangkat gaming handheld berbasis Windows.

Dalam beberapa tahun terakhir, kategori ini berkembang pesat dengan hadirnya berbagai produk yang menawarkan pengalaman bermain game PC dalam format portabel.

Intel melihat peluang tersebut dengan menghadirkan platform yang dirancang sejak awal untuk kebutuhan gaming genggam.

Prosesor Intel Arc G-Series dibangun menggunakan arsitektur Intel Core Ultra Series 3 dengan nama sandi Panther Lake.

Platform ini menggabungkan dua Performance Core (P-Core), delapan Efficient Core (E-Core), serta empat Low Power Efficient Core (LP E-Core).

Kombinasi tersebut dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa komputasi dan efisiensi konsumsi daya.

Intel juga mengonfirmasi bahwa prosesor ini diproduksi menggunakan teknologi proses Intel 18A, yang merupakan generasi node manufaktur terbaru perusahaan.

Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mempertahankan performa yang dibutuhkan aplikasi modern, termasuk game dan aplikasi berbasis AI.

Pada sisi grafis, Intel Arc G-Series mengandalkan GPU Intel Arc B390 yang dibangun di atas arsitektur Xe3 terbaru.

Dukungan ini memungkinkan hadirnya berbagai fitur grafis modern seperti real-time ray tracing untuk pencahayaan dan efek visual yang lebih realistis, serta teknologi Intel XeSS 3 yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan performa rendering game.

Intel XeSS 3 menjadi salah satu fitur utama yang dibawa platform ini.

Teknologi tersebut terdiri dari tiga komponen utama, yaitu XeSS Super Resolution, XeSS Multi-Frame Generation, dan Xe Low Latency.

XeSS Super Resolution memanfaatkan teknik upscaling berbasis AI untuk meningkatkan frame rate tanpa mengorbankan kualitas visual secara signifikan.

Sementara XeSS Multi-Frame Generation menghasilkan frame tambahan melalui proses interpolasi sehingga gameplay dapat berjalan lebih mulus pada perangkat dengan konsumsi daya yang tetap terkendali.

Adapun Xe Low Latency dirancang untuk mengurangi jeda antara input pengguna dan respons yang ditampilkan di layar.

Teknologi ini terintegrasi langsung dengan game engine sehingga membantu meningkatkan responsivitas saat bermain game kompetitif maupun game aksi cepat.

Selain peningkatan performa grafis, Intel juga menghadirkan sejumlah fitur yang berfokus pada pengalaman pengguna handheld.

Salah satunya adalah mode XBOX untuk Windows 11 yang menghadirkan tampilan layar penuh yang dioptimalkan bagi penggunaan kontroler.

Antarmuka ini dirancang untuk menyatukan berbagai library game yang terpasang sehingga lebih mudah diakses dari satu tempat.

Intel turut memperkenalkan fitur Intel Precompiled Shaders yang memungkinkan perangkat mengunduh shader yang telah diproses sebelumnya dari cloud Intel untuk sejumlah judul game tertentu.

Pendekatan ini ditujukan untuk mempercepat proses peluncuran game sekaligus mengurangi waktu kompilasi shader yang biasanya terjadi saat game dijalankan pertama kali.

Dari sisi konektivitas, Intel Arc G-Series telah mendukung Intel Wi-Fi 7 R2, Bluetooth 6 ganda, dan Thunderbolt 4.

Teknologi Thunderbolt Share yang terintegrasi memungkinkan transfer data berkecepatan hingga 40 Gbps, termasuk untuk pemindahan library game berukuran besar maupun koneksi ke perangkat penyimpanan eksternal berperforma tinggi.

Intel juga memastikan dukungan driver Day-0 untuk platform ini.

Artinya, game baru yang dirilis akan langsung memperoleh optimasi driver sejak hari pertama peluncuran, sehingga pengguna dapat menikmati performa yang lebih stabil tanpa harus menunggu pembaruan tambahan.

Sejumlah produsen perangkat telah mengadopsi platform baru tersebut.

Intel menyebut Acer Predator Atlas 8, MSI Claw 8 EX AI+, dan perangkat dari OneXPlayer sebagai beberapa produk pertama yang akan menggunakan prosesor Intel Arc G-Series.

Menurut Intel, perangkat gaming handheld berbasis Intel Arc G-Series akan mulai tersedia melalui mitra OEM sejak Juni 2026, dengan peluncuran yang berlangsung secara bertahap di berbagai pasar sepanjang tahun.

Detail spesifikasi perangkat dan ketersediaan regional akan diumumkan langsung oleh masing-masing vendor pada periode peluncuran produknya.

Baca Juga: Intel Core Ultra Series 3 Mulai Edar di Indonesia

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |