TechDaily.id – Koneksi WiFi yang lambat sering kali membuat frustrasi, terutama ketika kamu sudah membeli WiFi extender untuk memperluas jangkauan sinyal di rumah.
Ironisnya, extender yang dimaksud justru bisa memperburuk performa jaringan jika tidak dipasang atau dikonfigurasi dengan benar. Lalu apa penyebab utamanya dan bagaimana memperbaikinya? Simak penjelasan lengkap di bawah ini, sebagaimana dikutip dari Makeuseof.

WiFi Extender Bisa Membuat Sinyal Lebih Lemah
Extender bekerja dengan cara menerima sinyal dari router utama lalu memancarkannya kembali ke area yang lebih jauh. Namun extender hanya mampu memancarkan ulang sinyal yang diterimanya, bukan menciptakan sinyal baru yang lebih kuat. Akibatnya:
✔ Jika extender berada terlalu jauh dari router, sinyal yang diteruskan sudah lemah
✔ Jarak yang terlalu dekat juga bisa membuat interferensi terjadi
✔ Performa secara keseluruhan bisa jauh lebih buruk daripada tanpa extender sama sekali
Dalam beberapa kasus, justru pemakaian extender menurunkan kecepatan Wi-Fi pada perangkat yang terhubung. Itu karena data harus “melompat” dua kali (router → extender → perangkat), sehingga latency meningkat dan throughput menurun.

Posisi Extender yang Salah Menyebabkan Jaringan Tidak Optimal
Salah satu kesalahan paling umum adalah menempatkan extender di posisi yang tidak tepat. Banyak pengguna hanya meletakkannya di ujung area rumah berharap bisa mencakup seluruh ruangan — padahal hal ini justru mengurangi kualitas sinyal yang diterima dan dipancarkan.
Tips posisi extender yang benar:
📍 Tempatkan extender di titik tengah antara router dan area dead zone
📍 Hindari dinding tebal atau barang elektronik besar yang menghalangi sinyal
📍 Pastikan sinyal dari router masih kuat di posisi extender
Dengan penempatan yang optimal, extender justru bisa meningkatkan pengalaman koneksi tanpa membuat Wi-Fi makin lambat.
Bandwidth Terbagi Dua Karena Extender
Wi-Fi extender yang umum dipakai — terutama model lama yang hanya punya satu band (2.4GHz) — sering kali membagi bandwidth yang tersedia antara perangkat yang terhubung dan koneksi ke router utama.
Artinya:
➡ Router mengirim data ke extender
➡ Extender membagi data ulang ke perangkat
➡ Hasilnya kecepatan efektif turun drastis
Beberapa extender dual-band yang lebih baru bisa membantu mengurangi masalah ini, tetapi tetap perlu konfigurasi yang tepat agar benar-benar bekerja optimal.
Alternatif yang Lebih Baik dari Extender
Karena banyak kelemahan pada extender tradisional, beberapa solusi yang lebih efektif meliputi:
✔ Mesh Wi-Fi System
Menggunakan beberapa titik akses yang terintegrasi secara rapi untuk menciptakan satu jaringan Wi-Fi tanpa “lompatan” sinyal yang merugikan.
✔ Powerline Adapter
Memanfaatkan kabel listrik rumah sebagai media transmisi data, sehingga mengurangi interferensi nirkabel yang sering terjadi.
✔ Router dengan jangkauan luas
Meng-upgrade router ke model yang punya antena lebih baik dan teknologi beamforming bisa jadi solusi permanen.

Tips Supaya Wi-Fi Tidak Lambat Lagi
Agar Wi-Fi di rumah atau kantor lebih cepat dan stabil, kamu bisa melakukan beberapa langkah ini:
🔹 Pastikan posisi router strategis (tinggi, tidak tertutup benda besar)
🔹 Gunakan channel Wi-Fi yang tidak terlalu padat (upgrade ke 5GHz bila perlu)
🔹 Matikan perangkat yang tidak perlu untuk mengurangi gangguan sinyal
🔹 Perbarui firmware router secara rutin
🔹 Pertimbangkan sistem Mesh jika rumah cukup besar
Dengan langkah-langkah sederhana ini, kamu bisa meningkatkan performa Wi-Fi tanpa harus tergantung pada extender yang kurang tepat.
Banyak orang berpikir bahwa Wi-Fi extender selalu solusi terbaik untuk masalah jaringan yang lemah. Namun faktanya, extender justru bisa memperburuk koneksi jika tidak dipilih atau ditempatkan dengan benar. Masalah ini muncul karena sinyal yang diteruskan seringkali lebih lemah, bandwidth terbagi dua, dan posisi yang buruk menyebabkan interferensi.
Solusi lain seperti Mesh Wi-Fi, router dengan jangkauan lebih luas, atau powerline adapter sering kali memberikan kinerja lebih baik — serta menghilangkan frustrasi karena Wi-Fi yang makin lambat.
Apa Itu Router dan Fungsinya?
Secara sederhana, router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menyalurkan koneksi internet dari modem ke berbagai perangkat, seperti smartphone, laptop, smart TV, dan perangkat pintar lainnya. Router memungkinkan banyak perangkat terhubung ke satu jaringan internet secara bersamaan, baik melalui kabel maupun nirkabel (Wi-Fi).
Fungsi utama router meliputi:
- Membagi koneksi internet ke banyak perangkat
- Mengatur lalu lintas data agar tetap stabil
- Menjaga keamanan jaringan melalui fitur firewall
- Mengelola jaringan Wi-Fi rumah atau kantor
Tanpa router yang memadai, kecepatan internet tinggi dari penyedia layanan bisa terbuang percuma.
Jenis-Jenis Router yang Umum Digunakan
Saat ini, terdapat beberapa jenis router yang umum beredar di pasaran:
Router Standar (Single Router)
Cocok untuk rumah kecil atau apartemen dengan jumlah perangkat terbatas.
Router Dual-Band dan Tri-Band
Mendukung lebih dari satu frekuensi (2.4GHz, 5GHz, bahkan 6GHz) untuk koneksi lebih cepat dan minim gangguan.
Mesh Router
Menggunakan beberapa node untuk menciptakan jaringan Wi-Fi yang merata tanpa dead zone. Ideal untuk rumah besar atau kantor.
Router Gaming
Dirancang untuk latensi rendah dan koneksi stabil, sangat cocok untuk gim online dan streaming resolusi tinggi.













































