BRI Percepat BRIvolution Reignite Perkuat Kontribusi Danantara

20 hours ago 11

Selular.ID – Bank Rakyat Indonesia (BRI) mempercepat implementasi transformasi BRIvolution Reignite sebagai strategi untuk memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat fundamental bisnis, memperluas pembiayaan sektor produktif, serta mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa BRIvolution Reignite merupakan kerangka transformasi terintegrasi yang menjadi acuan perusahaan dalam membangun pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Menurutnya, transformasi tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja bisnis, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah (value creation) bagi negara, masyarakat, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

“BRIvolution Reignite dirancang untuk memastikan BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan berdaya saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan value creation yang semakin besar sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia,” ujar Hery Gunardi.

Transformasi BRIvolution Reignite dibangun di atas dua pilar utama yang didukung enam enabler atau faktor pendukung perubahan di seluruh organisasi.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Pilar pertama, Transform the Funding Franchise, difokuskan pada penguatan struktur pendanaan agar semakin efisien dan stabil melalui peningkatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) serta pengembangan kapabilitas layanan transaction banking, yaitu layanan perbankan yang mendukung transaksi bisnis dan pengelolaan kas nasabah.

Sementara itu, pilar kedua, Revamp Existing Core and Build New Core, diarahkan untuk memperkuat bisnis inti BRI di segmen kredit mikro sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru melalui pengembangan layanan consumer banking.

Langkah ini ditujukan agar BRI mampu menjawab perubahan kebutuhan nasabah sekaligus beradaptasi dengan dinamika industri jasa keuangan.

Implementasi transformasi tersebut mulai tercermin pada kinerja keuangan perseroan. Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan.

Pada periode yang sama, kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun, sedangkan laba bersih konsolidasian tercatat sebesar Rp15,5 triliun.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penguatan struktur pendanaan tersebut turut mendorong penurunan cost of fund, yaitu biaya yang dikeluarkan bank untuk menghimpun dana dari masyarakat, dari 2,98 persen pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33 persen pada Triwulan I 2026.

BRI menilai fundamental yang semakin kuat menjadi modal untuk memperluas fungsi intermediasi perbankan, yakni menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pembiayaan kepada sektor-sektor produktif.

Salah satu implementasinya terlihat pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp103,81 triliun kepada sekitar dua juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Penyaluran KUR tersebut didominasi sektor produktif yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan 869.285 debitur atau sekitar 42,68 persen dari total penerima KUR.

Sementara sektor perdagangan mencakup 647.440 debitur atau sekitar 32,34 persen dari keseluruhan penerima pembiayaan.

Selain memperkuat pembiayaan UMKM, BRI juga berperan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi.

Hingga Juni 2026, nilai pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur.

Sekitar 97 persen dari total pembiayaan tersebut menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang telah menjangkau sekitar 131 ribu debitur.

Sepanjang tahun 2026 hingga Juni, realisasi penyaluran FLPP oleh BRI mencapai 19.075 unit atau sekitar 32,8 persen dari target 60 ribu unit yang ditetapkan.

Di sisi lain, pembiayaan melalui Kredit Program Perumahan (KPP) hingga 19 Juli 2026 telah mencapai Rp10,7 triliun atau sekitar 89 persen dari target penyaluran sebesar Rp12 triliun sepanjang tahun.

Menurut BRI, pembiayaan sektor perumahan tidak hanya memberikan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri pendukung seperti konstruksi, bahan bangunan, serta penyerapan tenaga kerja.

Hal tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Hery Gunardi menegaskan bahwa transformasi BRIvolution Reignite diarahkan untuk memastikan setiap pertumbuhan bisnis memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, sinergi dengan Danantara Indonesia menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat peran BRI sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

“Dengan dukungan seluruh Insan BRILiaN, kepercayaan masyarakat, serta sinergi bersama Danantara Indonesia, BRI optimistis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” kata Hery.

Pada kesempatan terpisah, Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan bahwa transformasi badan usaha milik negara tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, kepemimpinan yang kuat dan pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar transformasi perusahaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan,” ujar Dony Oskaria.

Baca Juga: BRI Setor Pajak Terbesar, Perkuat Kontribusi untuk Negara

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |