Baterai Solid-State Baru Diklaim Bikin Smartphone Tahan Berhari-hari

11 hours ago 5

Selular.ID – Teknologi baterai solid-state kembali menjadi sorotan setelah sebuah terobosan baru diklaim mampu menghadirkan daya tahan smartphone hingga beberapa hari dalam sekali pengisian daya.

Inovasi ini dikembangkan oleh perusahaan riset baterai yang mengumumkan kemajuan signifikan pada desain dan material solid-state battery, sebagaimana dilaporkan PhoneArena.

Pengumuman tersebut datang di tengah tantangan industri smartphone yang selama bertahun-tahun masih bergantung pada baterai lithium-ion konvensional. Meski performa chipset dan efisiensi software terus meningkat, kapasitas dan daya tahan baterai kerap menjadi keluhan utama pengguna. Teknologi solid-state disebut-sebut sebagai jawaban jangka panjang atas masalah tersebut.

Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa baterai solid-state terbaru ini tidak hanya menawarkan kepadatan energi yang lebih tinggi, tetapi juga menjanjikan tingkat keamanan dan usia pakai yang lebih baik dibandingkan baterai yang digunakan pada smartphone saat ini.

Apa Itu Baterai Solid-State?

Baterai solid-state merupakan jenis baterai yang menggunakan elektrolit padat, menggantikan elektrolit cair atau gel yang umum ditemukan pada baterai lithium-ion. Perbedaan mendasar ini membawa sejumlah keunggulan teknis yang selama ini sulit dicapai oleh teknologi baterai konvensional.

Dengan elektrolit padat, risiko kebocoran dan panas berlebih dapat ditekan. Selain itu, struktur ini memungkinkan penggunaan material anoda yang lebih efisien, sehingga kapasitas energi per satuan volume bisa ditingkatkan secara signifikan.

Selama bertahun-tahun, pengembangan baterai solid-state menghadapi kendala produksi massal dan stabilitas material. Namun, kemajuan terbaru menunjukkan bahwa hambatan tersebut mulai teratasi secara bertahap.

Klaim Daya Tahan Berhari-hari

Menurut informasi yang diungkap, baterai solid-state generasi baru ini mampu menyimpan energi jauh lebih besar dalam ukuran yang relatif sama dengan baterai smartphone saat ini. Dampaknya, perangkat yang menggunakannya diklaim dapat bertahan hingga beberapa hari penggunaan normal tanpa perlu pengisian ulang.

Klaim tersebut didasarkan pada peningkatan kepadatan energi yang signifikan. Artinya, pengguna tidak harus memilih antara smartphone yang tipis atau baterai besar, karena teknologi ini memungkinkan keduanya hadir bersamaan.

Meski demikian, klaim daya tahan berhari-hari ini masih bergantung pada pola penggunaan dan konfigurasi perangkat. Produsen belum mengungkapkan secara rinci skenario pemakaian yang digunakan sebagai dasar pengujian.

Keunggulan Dibanding Baterai Lithium-Ion

Selain soal daya tahan, baterai solid-state juga menawarkan kelebihan lain yang relevan bagi industri smartphone. Beberapa keunggulan utama yang disorot antara lain:

  • Keamanan lebih tinggi, karena minim risiko terbakar atau meledak
  • Usia pakai lebih panjang, dengan degradasi kapasitas yang lebih lambat
  • Pengisian daya lebih efisien, berpotensi mendukung fast charging yang lebih stabil
  • Desain lebih fleksibel, membuka peluang smartphone lebih tipis atau kapasitas lebih besar

Keunggulan ini menjadikan baterai solid-state sebagai teknologi yang tidak hanya menarik bagi smartphone, tetapi juga perangkat wearable, IoT, hingga kendaraan listrik.

Tantangan Menuju Produksi Massal

Meski prospeknya menjanjikan, baterai solid-state belum siap sepenuhnya untuk digunakan secara luas di smartphone komersial. Salah satu tantangan utama adalah biaya produksi yang masih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion.

Selain itu, proses manufaktur baterai solid-state membutuhkan presisi tinggi agar elektrolit padat dapat bekerja optimal tanpa retak atau kehilangan stabilitas. Tantangan ini membuat adopsi massal membutuhkan waktu dan investasi besar dari produsen.

Beberapa perusahaan teknologi besar dan startup baterai saat ini berlomba mengembangkan solusi produksi yang lebih efisien agar teknologi ini bisa masuk ke pasar konsumen dalam beberapa tahun ke depan.

Dampak Potensial bagi Industri Smartphone

Jika baterai solid-state berhasil diadopsi secara luas, dampaknya terhadap industri smartphone akan sangat besar. Daya tahan baterai yang jauh lebih lama dapat mengubah cara pengguna berinteraksi dengan perangkat mereka, sekaligus mengurangi ketergantungan pada power bank dan charger.

Bagi produsen, teknologi ini membuka peluang diferensiasi baru di tengah pasar smartphone yang semakin homogen. Inovasi baterai berpotensi menjadi nilai jual utama, menggantikan persaingan spesifikasi kamera atau performa yang kini semakin sulit dibedakan oleh konsumen umum.

Selain itu, baterai yang lebih aman dan tahan lama juga dapat menekan biaya layanan purna jual akibat kerusakan baterai atau isu keselamatan.

Kapan Hadir di Smartphone Konsumen?

PhoneArena mencatat bahwa meski prototipe baterai solid-state ini menunjukkan hasil menjanjikan, belum ada jadwal pasti kapan teknologi tersebut akan digunakan pada smartphone komersial. Banyak pihak memperkirakan adopsi awal akan dimulai pada perangkat premium atau edisi terbatas sebelum menyasar pasar massal.

Produsen smartphone besar diperkirakan masih akan mengandalkan optimalisasi baterai lithium-ion dalam jangka pendek, sambil mempersiapkan transisi ke solid-state ketika teknologi dan biaya produksi sudah lebih matang.

Arah Perkembangan Teknologi Baterai

Inovasi baterai solid-state terbaru ini menegaskan bahwa pengembangan teknologi baterai masih menjadi fokus utama industri elektronik konsumen. Di tengah kebutuhan perangkat yang semakin bertenaga dan selalu terhubung, daya tahan baterai tetap menjadi faktor krusial.

Jika klaim baterai solid-state dengan daya tahan berhari-hari ini dapat diwujudkan dalam produk nyata, lanskap smartphone akan memasuki fase baru. Perangkat tidak lagi dibatasi oleh kompromi antara desain, performa, dan ketahanan daya, membuka ruang inovasi yang lebih luas bagi produsen dan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengguna.

Baca Juga: Honda Berencana Bangun Pabrik Baterai Solid State di Jepang

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |