Selular.ID – Amazon Web Services (AWS) memperkenalkan Agentic Football Cup (AFC) pada ajang AWS Jakarta Summit yang berlangsung pada 6 Agustus 2026.
Program berbasis gamifikasi ini dirancang untuk membantu pengembang memahami cara membangun dan mengelola sistem AI agentic atau kecerdasan buatan berbasis agen yang mampu bekerja sama dalam lingkungan produksi nyata melalui simulasi pertandingan sepak bola virtual.
Peluncuran AFC dilakukan di tengah meningkatnya adopsi AI agentic oleh berbagai organisasi yang mulai beralih dari tahap eksperimen menuju implementasi di lingkungan operasional.
AWS menilai kebutuhan terhadap talenta yang mampu membangun sistem multi-agen semakin tinggi, sehingga dibutuhkan metode pembelajaran yang lebih praktis dan mudah dipahami.
Head of Technology, Singapore Enterprise, AWS ASEAN, Joel Garcia, mengatakan AI agentic kini memasuki fase produksi sehingga para pengembang perlu memahami bagaimana mengelola sejumlah agen AI yang bekerja secara kolaboratif dalam menyelesaikan suatu tugas.
“AI agentik kini beralih dari tahap prototipe ke tahap produksi, dan para pengembang perlu mempelajari cara mengelola beberapa agen yang bekerja sama. Agentic Football Cup memberi mereka kesempatan untuk melakukannya secara hands-on dengan membentuk tim yang terdiri dari lima agen AI, melatih mereka, dan bersaing dengan tim lain. Ini adalah cara belajar berbasis permainan untuk memahami bagaimana agen-agen tersebut bekerja, serta keterampilan apa saja yang dibutuhkan untuk mengarahkan dan melatih mereka di tahap produksi,” ujar Joel Garcia.
Agentic Football Cup mengubah konsep AI agentic yang selama ini bersifat teknis menjadi pengalaman belajar interaktif.
Dalam kompetisi tersebut, peserta berperan sebagai pelatih sepak bola virtual yang membangun tim beranggotakan lima agen AI.
Setiap agen memiliki karakteristik, strategi, dan kemampuan pengambilan keputusan yang berbeda sehingga peserta harus merancang pola koordinasi yang efektif agar tim dapat bekerja sebagai satu kesatuan.
Melalui simulasi tersebut, peserta mempelajari bagaimana sistem multi-agen saling memahami konteks, berkomunikasi, dan mengambil keputusan secara kolaboratif.
Pendekatan ini menyerupai implementasi AI agentic di dunia nyata yang banyak digunakan untuk mengotomatisasi proses bisnis, mengelola alur kerja kompleks, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis kecerdasan buatan.
Untuk membangun sistem tersebut, AWS memanfaatkan Amazon Bedrock AgentCore, platform yang dirancang untuk mengembangkan agen AI yang siap digunakan pada lingkungan produksi (production-grade).
Platform ini memungkinkan pengembang membangun, mengoordinasikan, serta mengelola berbagai agen AI dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Setelah menyelesaikan proses pengembangan, peserta akan mengirimkan tim virtual mereka untuk bertanding melawan tim lain.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi kemampuan teknis, tetapi juga membangun komunitas pengembang AI melalui pendekatan kolaboratif dan kompetitif.

AWS membuka kesempatan bagi pengembang individu maupun tim dari berbagai organisasi untuk mengikuti workshop secara langsung maupun virtual melalui situs resmi perusahaan.
Para peserta akan memperoleh akses terhadap berbagai perangkat pengembangan AI AWS, materi teknis, serta sesi pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengembangan AI agentic.
Pemenang dari setiap grup penyisihan akan melaju ke babak grand final yang dijadwalkan berlangsung pada ajang AWS re:Invent 2026 di Las Vegas pada Desember mendatang.
Final kompetisi tersebut akan disiarkan secara langsung dari panggung utama konferensi tahunan AWS.
Selain kesempatan tampil di tingkat internasional, pemenang utama akan memperoleh hadiah sebesar US$50.000 atau sekitar Rp900 juta, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Agentic Football Cup juga menjadi kelanjutan dari strategi AWS dalam memanfaatkan gamifikasi sebagai metode pembelajaran teknologi.
Sejak 2018, AWS mencatat telah melibatkan lebih dari 560.000 pengembang melalui berbagai kompetisi berbasis kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin (machine learning), termasuk AWS DeepRacer dan AWS AI League.
Jika DeepRacer berfokus pada pembelajaran machine learning melalui balap mobil otonom, Agentic Football Cup memperluas pendekatan tersebut ke era AI agentic yang saat ini menjadi salah satu tren utama dalam pengembangan AI generatif.
AI agentic sendiri merupakan pendekatan yang memungkinkan sejumlah agen AI bekerja secara mandiri sekaligus berkolaborasi untuk menyelesaikan tugas yang kompleks.
Berbeda dengan chatbot konvensional yang umumnya menjalankan satu instruksi pada satu waktu, sistem multi-agen mampu membagi pekerjaan, berkomunikasi, serta menyesuaikan strategi secara dinamis berdasarkan kondisi yang dihadapi.

Pendekatan tersebut mulai banyak diterapkan di berbagai sektor, termasuk layanan pelanggan, pengembangan perangkat lunak, analisis data, otomasi proses bisnis, hingga pengelolaan infrastruktur teknologi informasi.
Melalui Agentic Football Cup, AWS berharap lebih banyak pengembang memperoleh pengalaman langsung dalam membangun sistem AI agentic yang siap digunakan di lingkungan produksi.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mempercepat pengembangan talenta AI global seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap solusi berbasis kecerdasan buatan yang mampu bekerja secara kolaboratif dan berskala besar.
Baca Juga: Game Football Manager 2025 Gagal Rilis Lagi

















































