Acer Indonesia Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Pengelolaan 3 Ton e-Waste

2 days ago 14

TechDaily.id – Acer Indonesia secara resmi menutup Gerakan ”Kelola e-Waste, Sayangi Bumi” dengan capaian lebih dari 3 ton e-waste, melampaui target awal sebesar 2 ton.

Pencapaian ini menegaskan komitmen berkelanjutan Acer Indonesia dalam mendukung praktik pengelolaan limbah elektronik yang bertanggung jawab dan berwawasan lingkungan.

Sebagai kelanjutan dari inisiatif #SayangBumi tersebut, Acer Indonesia juga melaksanakan penanaman 2.000 bibit pohon sebagai langkah nyata untuk mengurangi jejak karbon dan mendukung pemulihan ekosistem.

Acer Indonesia Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Pengelolaan 3 Ton e-Waste

President Director Acer Indonesia, Leny Ng, mengatakan, “Bagi Acer Indonesia, keberlanjutan bukan sekadar program, melainkan panggilan dan komitmen untuk bertindak. Setiap perangkat e-waste yang terkumpul dan setiap pohon yang ditanam membawa harapan bagi lingkungan yang lebih baik. Keberhasilan mengumpulkan lebih dari 3 ton e-waste dan melanjutkannya dengan penanaman 2.000 pohon ini lahir dari kepedulian dan kolaborasi dengan berbagai pihak.”

“Kami percaya bahwa ketika teknologi, tanggung jawab, dan kepedulian dapat berjalan bersama, kita tidak hanya melindungi alam hari ini, tetapi juga mewariskan masa depan bagi generasi mendatang”, tambah Leny Ng.

Gerakan ”Kelola e-Waste, Sayangi Bumi” berlangsung pada 14 Oktober hingga 31 Desember 2025, dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, mulai dari Acer Indonesia Group, sekolah dan madrasah, mitra bisnis, hingga masyarakat umum.

Seluruh e-waste yang terkumpul dikelola oleh mitra pengelola resmi, untuk memastikan proses daur ulang dan pemusnahan dilakukan secara aman, bertanggung jawab, serta selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Untuk menumbuhkan kesadaran pelestarian lingkungan sejak dini, Acer Indonesia juga menyelenggarakan pelatihan “Dari Sampah Elektronik, Jadi Aksi Heroik” di lima sekolah dan madrasah, yang melibatkan dua ratus lima puluh siswa. Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pemahaman mengenai dampak sampah elektronik, praktik pemilahan e-waste di lingkungan sekitar, serta peran mereka sebagai agen perubahan yang mendorong kepedulian lingkungan di komunitas masing-masing.

Melanjutkan inisiatif tersebut, Acer Indonesia telah menanam 2.000 bibit pohon sebagai lanjutan dari kontribusi publik dalam pengumpulan e-waste. Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan sekaligus penguatan pendekatan ekonomi sirkular yang terintegrasi, dengan tujuan mendukung pelestarian ekosistem, meningkatkan kapasitas penyerapan karbon dioksida, serta membantu mencegah degradasi lahan, serta mengurangi risiko bencana lingkungan di masa mendatang.

Penanaman perdana telah dilaksanakan pada hari ini (19/01) di Sentul Edu Eco Tourism Forest Bogor, dengan melibatkan karyawan Acer Indonesia, perwakilan sekolah dan madrasah, mitra bisnis, serta komunitas peduli lingkungan Seasoldier Indonesia, dan akan dilanjutkan secara bertahap di lokasi lainnya.

Acer Indonesia berupaya mendorong kesadaran dan partisipasi berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan e-waste yang bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Seluruh program Acer Indonesia dijalankan dengan mengedepankan prinsip good governance, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, guna memastikan setiap aksi dan kolaborasi memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan, masyarakat, serta ekosistem di masa depan.

Apa Itu e-Waste?

e-Waste adalah limbah yang berasal dari perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan, rusak, atau usang secara teknologi. Contohnya meliputi:

  • – Smartphone dan tablet bekas
  • – Laptop dan komputer
  • – Televisi dan monitor
  • – Peralatan rumah tangga elektronik
  • – Baterai dan komponen elektronik lainnya

Limbah ini mengandung berbagai bahan berbahaya seperti timbal, merkuri, dan kadmium yang dapat mencemari lingkungan jika dibuang sembarangan.

Penyebab Meningkatnya Limbah Elektronik

Lonjakan e-Waste terjadi akibat beberapa faktor utama, antara lain:

Siklus Gadget yang Semakin Singkat

Produsen rutin merilis model baru dengan teknologi lebih canggih, mendorong konsumen untuk sering mengganti perangkat.

Sulit Diperbaiki

Banyak perangkat modern dirancang tidak ramah perbaikan, sehingga lebih mudah diganti daripada diperbaiki.

Tren Digitalisasi

Digitalisasi di berbagai sektor meningkatkan penggunaan perangkat elektronik dalam jumlah besar.

Dampak e-Waste terhadap Lingkungan dan Kesehatan

Limbah elektronik bukan sekadar sampah biasa. Jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya sangat serius:

  • Pencemaran tanah dan air akibat zat beracun
  • Risiko kesehatan manusia, terutama bagi pekerja informal yang membongkar perangkat secara manual
  • Kerusakan ekosistem jangka panjang
  • Pemborosan sumber daya alam, karena banyak logam berharga terbuang

Ironisnya, e-Waste juga mengandung material bernilai tinggi seperti emas, perak, dan tembaga yang seharusnya bisa didaur ulang.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |