Telkom Rampungkan Streamlining 10 Entitas Anak Usaha

4 hours ago 4

Selular.ID – Telkom menuntaskan penyederhanaan (streamlining) terhadap 10 entitas anak usaha pada semester pertama 2026.

Langkah yang diumumkan pada 6 Juli 2026 ini menjadi bagian dari implementasi strategi transformasi TLKM 30 sekaligus mendukung program penyederhanaan badan usaha milik negara yang diinisiasi Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.

Melalui penataan portofolio tersebut, Telkom menargetkan struktur grup yang lebih ramping, efisien, dan berorientasi pada bisnis inti telekomunikasi serta layanan digital.

Program streamlining menjadi salah satu dari empat pilar utama transformasi TLKM 30 yang difokuskan pada optimalisasi portofolio bisnis.

Strategi tersebut mencakup harmonisasi aktivitas usaha yang saling tumpang tindih, optimalisasi entitas anak, hingga pelepasan bisnis yang tidak lagi masuk dalam kategori bisnis inti (non-core).

Selain menyederhanakan struktur organisasi, Telkom menilai langkah tersebut akan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengarahkan belanja modal secara lebih fokus pada pengembangan layanan telekomunikasi dan digital.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Perusahaan juga memanfaatkan proses ini untuk mempercepat transformasi dari model Operating Holding menuju Strategic Holding melalui pendekatan Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo).

Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, mengatakan penyederhanaan portofolio merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membangun organisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan industri digital yang berlangsung cepat.

“Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bergerak lebih agile, mengalokasikan investasi secara lebih optimal, serta menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas,” ujar Seno.

Dalam struktur baru tersebut, Telkom sebagai Holding Company akan berfokus pada pengelolaan portofolio bisnis, penguatan tata kelola perusahaan, penciptaan sinergi antaranak usaha, serta optimalisasi nilai investasi.

Sementara itu, aktivitas operasional akan dijalankan oleh masing-masing Operating Company (OpCo) yang memiliki fokus bisnis lebih spesifik.

Model HoldCo–OpCo tersebut membagi aktivitas operasional ke dalam empat segmen utama, yaitu Business to Consumer (B2C), Business to Business Infrastructure (B2B Infrastructure), Business to Business Information and Communication Technology (B2B ICT), serta International Business.

Pembagian ini diharapkan memperjelas peran setiap entitas sekaligus meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan di masing-masing lini bisnis.

Hingga akhir Juni 2026, Telkom telah menyelesaikan penyederhanaan terhadap 10 entitas melalui tiga skema aksi korporasi.

Pada jalur divestasi, perusahaan menyelesaikan pelepasan dua entitas yang ditandai dengan penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) bersama mitra strategis pada 3 Juni 2026.

Selain divestasi, Telkom juga melakukan penggabungan vertikal (vertical merger) terhadap dua entitas untuk memperkuat kapabilitas bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional.

Di sisi lain, enam entitas TelkomGroup telah memasuki tahapan pembubaran melalui proses likuidasi sebagai bagian dari evaluasi portofolio perusahaan.

Menurut Telkom, keputusan melakukan divestasi, merger, maupun likuidasi didasarkan pada penilaian terhadap relevansi model bisnis, aktivitas operasional, serta kontribusi masing-masing entitas terhadap strategi jangka panjang perusahaan.

Pendekatan tersebut ditujukan agar setiap anak usaha memiliki peran yang lebih jelas dalam mendukung penciptaan nilai bagi grup.

Seno menegaskan bahwa streamlining bukan sekadar mengurangi jumlah anak perusahaan, melainkan membangun portofolio bisnis yang lebih sehat dan memiliki daya saing lebih tinggi.

“Setiap keputusan streamlining didasarkan pada evaluasi terhadap peran strategis masing-masing entitas dalam mendukung arah bisnis TelkomGroup ke depan. Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur organisasi yang lebih efisien, kami dapat memperkuat sinergi antar OpCo, mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkokoh posisi Telkom sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global,” kata Seno.

Dalam pelaksanaannya, Telkom menyatakan seluruh proses streamlining dilakukan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Business Judgment Rule (BJR).

Perusahaan menyebut setiap aksi korporasi didasarkan pada kajian komprehensif serta dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kejaksaan Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Danantara Asset Management, dan Badan Pengaturan BUMN.

Transformasi organisasi tersebut juga diikuti dengan penyesuaian sumber daya manusia.

Telkom menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap menghormati hak-hak karyawan yang terdampak.

Salah satu mekanisme yang diterapkan adalah Early Retirement Program (ERP) yang pada 2026 difokuskan kepada level Operating Company.

Menurut perusahaan, pendekatan tersebut dilakukan secara sukarela dan berdasarkan kesepakatan bersama antara perusahaan dan karyawan.

Di saat yang sama, Telkom juga berupaya memperkuat kapabilitas talenta digital sebagai bagian dari transformasi organisasi menuju perusahaan telekomunikasi dan digital yang lebih kompetitif.

Program streamlining menjadi bagian dari target transformasi jangka menengah Telkom hingga 2030.

Melalui penyederhanaan struktur grup, optimalisasi portofolio bisnis, serta penerapan model Strategic Holding, Telkom menargetkan fondasi perusahaan yang lebih solid untuk memperkuat daya saing sekaligus memusatkan investasi pada lini bisnis yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan paling besar di masa mendatang.

Baca Juga: Telkomsel Tuntaskan DCE Academy 2026, Dorong UKM Go Global dengan AI

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |