Selular.ID – Industri kendaraan listrik di Indonesia memasuki fase baru ketika aplikasi smartphone tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi menjadi pusat kendali berbagai fitur kendaraan.
Produsen seperti BYD, Hyundai, Wuling, Toyota, Tesla, DFSK, hingga SERES kini mengintegrasikan aplikasi mobile sebagai bagian dari ekosistem kendaraan listrik mereka.
Tren tersebut berkembang seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik sepanjang 2025-2026.
Selain menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis, integrasi aplikasi juga memungkinkan produsen mengirim pembaruan perangkat lunak, memantau kondisi kendaraan, hingga memberikan layanan purnajual secara digital.
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebelumnya juga menyampaikan bahwa pengembangan kendaraan listrik nasional akan mengarah pada pemanfaatan teknologi digital, termasuk konektivitas kendaraan dan pembaruan perangkat lunak (Over-the-Air/OTA) sebagai bagian dari daya saing industri otomotif masa depan.
Seiring berkembangnya teknologi tersebut, berikut sejumlah fitur yang kini umum tersedia pada aplikasi mobil listrik modern.
1. Kunci Mobil dari Smartphone
Fungsi paling dasar adalah mengunci dan membuka pintu kendaraan melalui aplikasi. Pengguna tidak perlu selalu menggunakan remote fisik karena perintah dapat dikirim melalui jaringan internet.
Pada beberapa model, aplikasi juga dapat memberikan notifikasi apabila pintu belum tertutup rapat atau kendaraan belum terkunci setelah ditinggalkan.
2. Menyalakan AC Sebelum Masuk Kabin
Fitur ini menjadi salah satu yang paling banyak dimanfaatkan pemilik mobil listrik di negara beriklim tropis seperti Indonesia.
Melalui aplikasi, pengguna dapat menyalakan sistem pendingin udara beberapa menit sebelum perjalanan dimulai sehingga suhu kabin sudah nyaman saat pengemudi masuk ke dalam mobil.
Selain AC, beberapa kendaraan juga memungkinkan pengaturan suhu kabin dari jarak jauh.
3. Memantau Kapasitas Baterai Secara Real-Time
Aplikasi kendaraan listrik juga menampilkan kondisi baterai secara langsung.
Informasi yang tersedia umumnya meliputi persentase baterai (State of Charge), estimasi jarak tempuh yang masih tersedia, hingga sisa waktu yang dibutuhkan selama proses pengisian daya berlangsung.
Beberapa produsen bahkan menyediakan riwayat pengisian daya sehingga pengguna dapat mengevaluasi pola penggunaan kendaraan.
4. Melacak Lokasi Mobil
Fitur GPS terintegrasi memungkinkan kendaraan ditemukan melalui aplikasi smartphone.
Kemampuan ini berguna ketika kendaraan diparkir di area yang luas seperti pusat perbelanjaan, bandara, maupun gedung perkantoran.
Pada kondisi tertentu, lokasi kendaraan juga dapat membantu proses pemulihan apabila mobil berpindah tanpa izin.
5. Mengontrol Lampu dan Klakson dari Jarak Jauh
Sebagian besar aplikasi kendaraan listrik menyediakan fungsi untuk menyalakan lampu maupun membunyikan klakson.
Fitur ini umumnya digunakan untuk mempermudah menemukan kendaraan di area parkir yang padat, terutama ketika posisi mobil sulit dikenali.
6. Memantau Status Pengisian Daya
Selain melihat kapasitas baterai, aplikasi juga dapat memonitor proses pengisian secara langsung.
Pengguna dapat mengetahui apakah proses pengisian masih berlangsung, sudah selesai, atau mengalami gangguan.
Pada beberapa kendaraan, proses pengisian juga dapat dihentikan langsung melalui aplikasi.
7. Update Sistem Tanpa Harus ke Bengkel
Salah satu perkembangan terbesar pada kendaraan listrik adalah hadirnya teknologi Over-the-Air (OTA) Update.
Melalui OTA, produsen dapat memperbarui perangkat lunak kendaraan menggunakan koneksi internet tanpa harus membawa mobil ke bengkel resmi.
Pembaruan tersebut dapat berupa peningkatan performa, perbaikan bug, pembaruan sistem keamanan siber, hingga penambahan fitur baru.
Konsep ini serupa dengan pembaruan sistem operasi pada smartphone yang dilakukan secara berkala.
8. Membuka Power Tailgate Lewat Aplikasi
Pada beberapa model kendaraan listrik, aplikasi juga terhubung dengan fitur Power Tailgate.
Pengguna dapat membuka maupun menutup pintu bagasi belakang secara elektrik melalui smartphone.
Fitur ini membantu ketika membawa banyak barang sehingga pengguna tidak perlu menyentuh pintu bagasi secara langsung.
9. Melihat Status Kendaraan Secara Menyeluruh
Aplikasi kendaraan modern umumnya menampilkan berbagai informasi penting dalam satu dashboard.
Mulai dari status pintu, kondisi jendela, tekanan ban pada model tertentu, hingga notifikasi apabila kendaraan memerlukan pemeriksaan.
Seluruh data tersebut dikirim melalui sistem telematika kendaraan yang terhubung dengan server produsen.
Integrasi smartphone dengan kendaraan listrik menunjukkan bahwa mobil modern tidak lagi hanya mengandalkan perangkat keras, tetapi juga perangkat lunak dan layanan digital.
Karena itu, hampir seluruh produsen kendaraan listrik kini terus mengembangkan aplikasi resmi mereka sebagai bagian dari pengalaman kepemilikan kendaraan.
Ke depan, kemampuan aplikasi diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan komputasi awan (cloud), kecerdasan buatan (AI), serta konektivitas kendaraan.
Baca Juga:Tren Mobil Listrik Naik, Fitur Parkir Otomatis Jadi Andalan
Peran smartphone pun tidak lagi sebatas alat komunikasi, melainkan menjadi antarmuka utama untuk mengakses berbagai fungsi mobil listrik secara lebih praktis dan efisien.



















































